Setelah indeks harga saham gabungan menikmati Jokowi Effect, market minggu lalu didominasi dengan pelemahan. Kali ini berita yang muncul dari negeri Paman Sam, dimana gubernur The Fed "Janet Yellen" memberikan tanda bahwa kenaikan suku bunga di AS akan segera dilakukan setelah Tapering selesai.
Dalam ulasan saya minggu lalu dalam artikel "Jokowi Effect", indeks berhasil menembus FR 61.8% dan nampak berhasrat mencapai target area 4.900. Hal tersebut nampaknya mungkin, namun rapat The Fed tanggal 18-19 Maret lalu menghasilkan kesimpulan yang membuat pasar terguncang. Tanda akan naiknya suku bunga AS tahun 2015 membuat investor asing mulai merealisasikan keuntungan di minggu sebelumnya.